GpG8BSClGpG6TfroGpC8GSM9Gi==

Mahasiswa Administrasi Publik UNITRI Sosialisasikan Kebijakan Anti-Bullying di SD Negeri 1 Tulungrejo

Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar sosialisasi kebijakan anti-bullying di SD Negeri 1 Tulungrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (23/1/2026). 
MALANG, KUTIPANTAU - Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar sosialisasi kebijakan anti-bullying di SD Negeri 1 Tulungrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh 85 siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa PM-T IV Administrasi Publik UNITRI Malang Kelompok 18 sebagai upaya preventif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Kepala SD Negeri 1 Tulungrejo, Eddy Suyatno, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif bagi siswa-siswi dalam memahami isu bullying secara lebih mendalam.

"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UNITRI Malang. Sosialisasi ini sangat penting karena bullying masih menjadi persoalan yang perlu terus dicegah sejak usia dini," ujar Eddy Suyatno.

Menurut Eddy, penyampaian materi yang disesuaikan dengan karakter anak sekolah dasar membuat pesan anti-bullying lebih mudah dipahami. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan bersinergi dengan program sekolah.

"Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang jelas dan berkesan. Dengan dukungan akademisi, upaya pencegahan bullying bisa lebih maksimal," tambahnya.

Ketua Kelompok 18 PM-T IV UNITRI Malang, Yesaya Tipa Djawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan Administrasi Publik yang berkaitan dengan kebijakan perlindungan anak.

"Bullying bukan masalah sepele. Dampaknya bisa panjang terhadap psikologis dan perkembangan anak. Karena itu kami ingin mengajak siswa untuk berani speak up dan saling menjaga," jelas Yesaya.

Ia menambahkan, subtema kegiatan “Speak Up Bersama Melawan Bullying di Kalangan Anak-Anak” dirancang untuk mendorong siswa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.

"Harapan kami, anak-anak tidak hanya paham apa itu bullying, tetapi juga tahu bagaimana bersikap dan melaporkan jika terjadi perundungan," imbuhnya.
Mahasiswa PMT IV kelompok 18 bersama Aparatur Desa Tulungrejo dan Dosen Pembimbing Lapangan
Materi sosialisasi disampaikan oleh Adi Susan Rambu Danga selaku Sekretaris PM-T Kelompok 18. Ia memaparkan berbagai jenis bullying, mulai dari perundungan verbal, fisik, pengucilan, hingga pelecehan seksual, beserta dampaknya.

"Bullying bisa terjadi karena kurangnya empati dan pemahaman. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan nilai saling menghargai sejak dini," kata Susan.

Susan menyampaikan bahwa pendekatan interaktif dipilih agar siswa lebih berani menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka.

"Kami menggunakan bahasa sederhana dan contoh sehari-hari supaya anak-anak mudah memahami dan tidak merasa takut untuk berbicara," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dikemas dalam tiga fase utama, yakni penyampaian materi, sesi mini sharing, serta pembuatan “Kotak Ungkapan”. Kotak ini menjadi media aman bagi siswa untuk menuliskan perasaan dan pengalaman terkait bullying.

Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang mulai memahami perbedaan antara bercanda dan bullying serta pentingnya menghormati teman.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PM-T IV UNITRI Malang, Dr. Dody Setyawan, S.Sos., M.AP, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa administrasi publik fisip Unitri kepada masyarakat.

"Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung memberikan edukasi yang berdampak sosial,"ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sosialisasi ini menjadi momentum awal untuk memperkuat budaya sekolah yang ramah anak. Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa Unitri, diharapkan SD Negeri 1 Tulungrejo dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas bullying.

0Komentar