![]() |
| Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4 Kelompok 15 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang usai melaksanakan kegiatan pendampingan pengarsipan administrasi desa berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. |
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Banjarejo, Jumat (23/1/2026) ini difokuskan pada penyusunan dan pengarsipan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi salah satu dokumen administrasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa PMT ke-4 Kelompok 15 Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNITRI Malang.
Kegiatan pendampingan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola administrasi desa agar lebih tertib, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung kepada perangkat Desa Banjarejo terkait teknik penyusunan, pengelompokan, serta penyimpanan arsip SPPT PBB berdasarkan SOP. Pendekatan ini dilakukan agar arsip mudah ditelusuri serta meminimalkan risiko kerusakan maupun kehilangan dokumen.
Ketua Kelompok 15 PMT UNITRI Malang, Simson Tanggu, menyampaikan bahwa pengarsipan administrasi yang tertata dengan baik merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
“Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan arsip, khususnya dokumen SPPT PBB yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan masyarakat,” ujar Simson.
Selain pendampingan teknis, lanjut Simson, mahasiswa juga menekankan pentingnya kesadaran administrasi bagi pemerintah desa guna memperbaiki tata kelola pengarsipan secara berkelanjutan. Menurutnya, kerapian arsip merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang profesional.
“Arsip SPPT PBB yang tertata rapi tidak hanya memudahkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran pelaporan dan pertanggungjawaban administrasi desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 15, Savia Melati, S.AP., M.AP, menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami praktik administrasi pemerintahan desa. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di lapangan diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi desa maupun bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Kegiatan ini tidak hanya membantu desa dalam penataan administrasi, tetapi juga melatih mahasiswa untuk menerapkan ilmu administrasi publik secara langsung di tengah masyarakat,” jelas Savia Melati.
Perangkat Desa Banjarejo menyambut positif kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa PMT UNITRI Malang. Mereka menilai kegiatan tersebut sangat membantu, terutama dalam menata kembali dokumen SPPT PBB yang selama ini masih belum tersusun secara optimal.
Salah satu perangkat desa mengungkapkan bahwa dengan adanya pendampingan ini, pihaknya menjadi lebih memahami tata cara pengarsipan sesuai SOP. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas kerja serta kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PMT UNITRI Malang berharap sistem pengarsipan administrasi desa dapat terus diterapkan secara berkelanjutan meskipun program pendampingan telah berakhir. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Kegiatan pendampingan pengarsipan administrasi desa berbasis SOP ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Diharapkan, kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin guna mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Malang.
*) Berita ini ditulis sebagai laporan kegiatan Mahasiswa PMT ke-4 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Kelompok 15.



0Komentar